Bandung- dr. Hj. Cellica Nurrachadiana dan H. Aep Syaepulloh resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karawang terpilih hasil Pilkada serentak 2020.Pelantikan tersebut dipimpin secara langsung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Merdeka, Bandung, Jumat (26/2/2021) pagi. Usai pelantikan, Gubernur Emil menyampaikan ucapan selamat kepada sejumlah Kepala Daerah terlantik diantaranya KARAWANG Cellica Nurrachadiana mengaku akan fokus merampungkan tugasnya sebagai Bupati Karawang, usai kalah dalam Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Demokrat Karawang.. Cellica mengatakan, pada Muscab DPC Demokrat Karawang periode 2022-2027, ada dua calon ketua. Pertama, Pendi Anwar yang dudukung 11 PAC. KantorBupati Karawang: Masa jabatan: 5 tahun: Dibentuk: 1633: Pejabat pertama: Raden Adipati Singaperbangsa: Situs web: karawangkab.go.id: Berikut Daftar Bupati Karawang dari masa ke masa. No Foto dr. Cellica Nurrachadiana 18: dr. Cellica Nurrachadiana: 2014: 2015 * Ir. Deddi Mulyadi (Penjabat) 2015 2016 19 dr. Cellica Nurrachadiana: 2016 2021 Untukkasus sembuh dari Covid-19 bertambah 4.340 orang. Total pasien sembuh di Indonesia pun mencapai 6.014.885 orang. Sementara itu, kasus aktif di Kabupaten Karawang Kamis, 4 Agustus 2022 . TEMPO Interaktif, Karawang - Pasangan Ade Swara dan Sellica Nurahdiana yang mengumpulkan suara terbanyak dalam pemilihan bupati Karawang bakal segera ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karawang terpilih periode 2010-2015 oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah KPUD Karawang. Pasangan tersebut pada pemilihan yang digelar Ahad lalu meraup suara suara atau 38,80 persen. Emay Achmad Maehi, Ketua KPUD Karawang, saat dihibungi Tempo, Jumat 19/11, mengatakan, penetapan calon terpilih akan dilakukan melalui rapat pleno lengkap yang akan digelar awal pekan depan. “Rencananya sih Senin 22/11,” kata Emay. Pasangan Ade-Sellica yang diusung koalisi Partai Demokrta, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra dan Partai Bulan Bintang itu mempercundangi pasangan incumbent Sonny Gersona-Dadang S Muchtar yang dijagokan Partai Golkar yang memperoleh suara suara atau kedua pasangan Eli Amalia Priatna-Endang Abdullah yang digadang-gadang Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Bintang Reformasi menduduki peringkat ketiga dengan raihan suara suara atau 16,02 persen, peringkat keempat diduduki pasangan Karda Wiranata dan Deden Darmansyah yang diusung PDI Perjuangan yang mengantongi suara atau 12,70 persen dan pasangan Endang Warsa – Agustia Mulyana dari jalur perseorangan hanya memperoleh suara suara atau 02,42 yang diperoleh dari KPUD Karawang menyebutkan pemilihan bupati tersebut harusnya diikuti oleh daftar pemilih tetap. Tapi, pada saat pelaksanaan pesta demokrasi itu, pemilih yang mendatangi bilik-bilik suara dan menyalurkan aspirasinya hanya mencapai suara atau 63,69 persen. Sedangkan yang dinyatakan Golput mencapai Ihwal masih tingginya angka Golput tersebut, Riesza Affiat, anggota KPUD Karawang, mengatakan, angka partisipasi warga dalam pemilihan ini menurutnya justru masih tinggi jika dibandinghkan dengan angka partisipasi pemilukada di daerah lainnya di Jawa Barat. “Tapi memang meleset dari target kami yang diharapkan mencapai 70 persen,” kata SUTISNA Suara Denpasar - Sudah lama menjanda, nama Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana yang biasanya santer diberitakan karena perannya di pemerintahan kini juga dikaitkan dengan sosok Dedi Mulyadi, atau yang juga akrab disapa Kang Dedi Mulyadi. Profil lengkap bupati Karawang ini pun menjadi perhatian netizen karena tampak cocok dengan sosok Kang Dedi. Sebagaimana diketahui, Dedi Mulyadi kini sedang menjalani proses perceraian dengan istrinya, Anne Rata Mustika. Hubungan rumah tangga keduanya pun tampaknya sudah di ujung tanduk hingga akhirnya sang istri harus menggugat cerai dirinya. Baca JugaClear! Dedi Mulyadi Jelaskan Kembali Soal Hutang DBH Hingga Istrinya Ambu Anne Ratna Terpilih Jadi Bupati Namun netizen justru berusaha menjodoh-jodohkan Dedi Mulyadi dengan banyak sosok, salah satunya Bupati Karawang, Dokter Cellica Nurrachadiana. Sebagaimana yang ditulis oleh salah satu netizen melalui kolom komentar instagramnya. "Teh celli bupati karawang jg single tuh Kang," komentar Usaha netizen menjodohkan Bupati Karawang dengan Dedi Mulyadi tentu bukan tak sembarang alasan. Tak hanya cantik, Bupati Karawang yang dijodohkan dengan Dedi Mulyadi tersebut ternyata sosok perempuan yang luar biasa hingga netizen pun dibuat terpukau. Baca JugaTak Mau Kalah Prestasi dengan Dedi Mulyadi, Bupati Anne Ratna Tunjukkan Kemampuan Bangun Pusat Manufaktur Centre Seperti apa sosok Dokter Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang yang dijodohkan dengan Kang Dedi Mulyadi ini? Profil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, dilansir dari situs Nama Lengkap dr. Cellica Nurrachadiana Nama Panggilan Teh Cellica Tempat dan Tgl. Lahir Bandung, 18 Juli 1980 Agama Islam Alamat Rumah Jl. Ir. Suratin No. 3 Kec. Karawang Timur, Kab. Karawang Jabatan Bupati Karawang Riwayat Pendidikan SD BPI 1 Bandung SMP BPI 1 Bandung SMA N 5 Bandung Fakultas Kedokteran Umum Universitas Maranatha Bandung Pascasarjana Magister Hukum Kesehatan Universitas Soegiapranata Riwayat Pemerintahan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat 2009-2010 Wakil Bupati Karawang 2010-2014 Plt. Bupati Karawang 2014-2015 Bupati Karawang 2016 – Sekarang Pengalaman Organisasi Dokter Kecil SD BPI 1 Bandung Wakil Ketua OSIS SMP BPI 1 Bandung Pengurus Harian OSIS SMA Negeri 5 Bandung Senat Mahasiswa Universitas Maranatha Bandung Deklarator Koalisi Kerakyatan Ikatan Istri Anggota Dewan IKIAD Prov. Jawa Barat KPPI Prov. Jawa Barat Ketua Cabor Anggar Kab. Karawang Ketua Perwosi Kab. Karawang Dewan Penasehat Karang Taruna Dewan Nasehat Persika Karawang Dewan Penasehat KONI Kab. Karawang Riwayat Kepartaian Wakil Ketua Bidang Kesehatan DPD Partai Demokrat Prov. Jawa Barat Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karawang Ketua Perempuan Demokrat Republik Indonesia PDRI Kabupaten Karawang Dewan Penasehat PDIB Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu. Itulah profil lengkap Bupati Karawang yang tampaknya memborong semua prestasi mulai dari peran sebagai politisi, dokter, hingga atlet anggar. Dinda/* KARAWANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD menolak dinilai mandul karena tidak kunjung mengesahkan peraturan daerah perda. DPRD Karawang justru menyebut Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang mandul. Alasannya karena banyak perda yang sudah ada tidak ditindaklanjuti dengan peraturan bupati perbup. "Banyak Perda yang belum dibuat Perbup sehingga tidak berjalan. Padahal membuat Perda itu mahal tapi terkesan dibiarkan setelah sudah jadi. Buktinya sampai sekarang bupati tidak membuat Perbup," kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah Bapemperda DPRD Karawang, Toto Suripto, pada Kamis 8/6/23. Toto menyebut, pernyataannya ini sekaligus menjawab penilaian masyarakat terkait mandulnya DPRD karena Perda yang belum dibuat. Padahal banyak Perda yang sudah dibuat atau disahkan belum berjalan efektif alias mandul. Baca juga Bantah Jegal Anies Maju Pilpres 2024, Sekjen PDIP Buat Apa? Rakyat Sudah Ceritakan Kinerjanya Baca juga Bongkar Borok Komandan, Bripka Andry Kini Dilindungi Mabes Polri, Brigjen Ahmad Tak Ada Setor-setor "Perda baru tidak ada Perbup ini kan membuat pelaksanaannya tidak efektif," beber dia. Toto tidak merinci perda apa saja yang belum memiliki perbupnya. Akan tetapi ia memastikan jumlahnya banyak bahkan bisa diatas 100 Perda lebih. "Soalnya yang saya ingat itu sudah terjadi semenjak saya jadi Ketua DPRD tahun 2014, sampai sekarang ada Perda yang tidak memiliki Perbup. Jumlahnya bisa seratus lebih, tapi saya tidak tahu persis angkanya" katanya. Toto mengatakan, Pemkab Karawang terkesan melakukan pembiaran atas kondisi ini. Padahal seharusnya setelah Perda selesai di sahkan bupati harus segera membuat turunannya yaitu Perbup. "Bupati sepertinya membiarkan masalah ini berlarut-larut. Harusnya segera dibuat Perbup agar Perda bisa berjalan efeltif," katanya. Menurut Toto, Pemkab Karawang tidak serius dalam membuat Perbup. Padahal DPRD sudah membuat Perda dengan biaya mahal tapi setelah selesai malah dibiarkan. Sehingga perda yang sudah ada ini tidak bisa jalankan secara maksimal. "Iya kami kan mencurahkan waktu, pikiran dan juga biaya untuk membahas satu Perda. Kemudian setelah selesai malah dibiarkan tanpa Perbup," tutupnya. MAZ Baca Berita Warta Kota lainnya di Google News

suami cellica bupati karawang